Selasa, 21 April 2015

Sisa Rasa dan Keyakinan







Saat gue udah berani natap mata lo,ngeliat semua tingkah lo,
ngeliat senyuman lo yang lebar,mendengar suara lo dengan sangat jelas.
Ternyata, saat terindah itu adalah saat terakhir gue melihat,mendengar,
dan merasakan semuanya dari lo.

Ketika orang yang mencintaimu dengan tulus dan ia menyatakannya atau mungkin kau juga mencintainya dengan tulus dengan diam.
Lalu ia pun pergi dengan alasan yang tidak jelas.
Terimalah!
Karena cinta tidak berpihak kepada mereka yang
tak pernah jujur menyatakannya.

Kalau hidup lo bahagia sama dia.
Kenapa gak nyatain perasaan ke dia aja?
Daripada bingung nyari yang jauh.
Dia kan ada.
Asal, jangan galau aja kalo ditolak.

Kalau bukan dia siapa lagi?
Dia yang cuma ngerti apa aja yang ada di gue.

Jangan nunggu orang lain lari.
Liat diri lo.
Lo aja gak pindah-pindah  dari semula.
Benci?
Marah?
Sakit hati?
Dia juga ngerasain.
Lo aja yang gak peka.
Semakin lo benci sama dia,semakin lo gak bisa lupain dia.
Gak percaya?
Coba aja deh.

Masih bingung kenapa lo gak bisa lupain dia?
Kan gue dah bilang dari awal tadi, itu karena lo benci sama dia.
Orang yang santai aja gak bisa-bisa.
Apalagi yang benci.

2 hati 1 cinta.
Bisa jadi cinta, kalau 2 orang itu saling percaya,tertarik dan
gak masalahin kekurangan masing-masing.
Kalau gak kepenuhi semua itu.
Gak usah hidup sama orang.

Dalam raguku tersimpan senyummu.
Di setiap mimpiku terlukis wajahmu.
Resah gelisah menyembunyikan laraku.
Terselubung kabut hitam.
Rindu pun berlabuh di sanubari.
Mengarungi samudra cintaku.

Engkau mungkin mampu.
Mencoretku dari ragu.
Menghapus parasku dari buku album.
Membuang suaraku dari lagu cinta.
Bahkan melempar namaku ke kotak sampah.
Namun tidak dengan pikiranmu.
Kenangan kita telah melekat di otakku dan otakmu.
Kau pernah bilang kenangan kita tak terlupakan,bukan?


Memang sudah kusadari dari dulu.

Kau memang yang benar-benar ada di hatiku.

Dulu memang pernah aku ingin melupakanmu.

Namun aku tak bisa apa-apa lagi.

Melupakanmu saja tak pernah bisa.

Kau seiring datang menghancurkan rencanaku.

Rencana yang kukira indah dan berjalan mulus.


Apa masih ada waktu untuk memperbaikinya ??

Apa aku masih bisa untuk bersamamu??

Apa kau masih menerimaku lagi lebih dari sekedar teman?

Apa cinta kita sudah hilang?

Atau lebih tepatnya kau sudah bersama yang lain.

Aku benar-benar tak tahu.


Tanah yang tidak pernah dijamah tak akan bisa meninggalkan jejak.

Hati yang tidak pernah ditempati akan kelamaan akan berlumut.

Sekarang hatiku sudah ditempati tapi kadang merasa hampa.

Tak bisakah dia meyakinkanku bahwa hanya dia yang ada di hatiku.

Cukup meyakinkan saja.

Tak sampai membuat air mata seperti ini.

Maaf jika aku salah, egois atau apalah itu.

Ini hati bukan baja yang bisa kuat akan dentuman keras.

Ini mata bukan tong air yang bisa kau tumpahkan air sebanyak mungkin.

Berkali-kali aku coba sabar tapi yang kudapat hanya air mata.

Air mata.