Saat gue udah berani natap mata lo,ngeliat semua
tingkah lo,
ngeliat
senyuman lo yang lebar,mendengar suara lo dengan sangat jelas.
Ternyata,
saat terindah itu adalah saat terakhir gue melihat,mendengar,
dan
merasakan semuanya dari lo.
Ketika orang
yang mencintaimu dengan tulus dan ia
menyatakannya atau mungkin kau juga mencintainya dengan tulus dengan diam.
Lalu ia pun
pergi dengan alasan yang tidak jelas.
Terimalah!
Karena cinta
tidak berpihak kepada mereka yang
tak pernah
jujur menyatakannya.
Kalau hidup
lo bahagia sama dia.
Kenapa gak
nyatain perasaan ke dia aja?
Daripada
bingung nyari yang jauh.
Dia kan
ada.
Asal, jangan
galau aja kalo ditolak.
Kalau bukan
dia siapa lagi?
Dia yang cuma
ngerti apa aja yang ada di gue.
Jangan nunggu
orang lain lari.
Liat diri
lo.
Lo aja gak
pindah-pindah dari semula.
Benci?
Marah?
Sakit hati?
Dia juga
ngerasain.
Lo aja yang
gak peka.
Semakin lo benci sama dia,semakin lo gak bisa lupain dia.
Gak percaya?
Coba aja
deh.
Masih
bingung kenapa lo gak bisa lupain dia?
Kan gue dah
bilang dari awal tadi, itu karena lo benci sama dia.
Orang yang
santai aja gak bisa-bisa.
Apalagi yang
benci.
2 hati 1
cinta.
Bisa jadi
cinta, kalau 2 orang itu saling percaya,tertarik dan
gak
masalahin kekurangan masing-masing.
Kalau gak
kepenuhi semua itu.
Gak usah
hidup sama orang.
Dalam raguku
tersimpan senyummu.
Di setiap
mimpiku terlukis wajahmu.
Resah
gelisah menyembunyikan laraku.
Terselubung
kabut hitam.
Rindu pun
berlabuh di sanubari.
Mengarungi
samudra cintaku.
Engkau
mungkin mampu.
Mencoretku
dari ragu.
Menghapus
parasku dari buku album.
Membuang
suaraku dari lagu cinta.
Bahkan
melempar namaku ke kotak sampah.
Namun tidak
dengan pikiranmu.
Kenangan
kita telah melekat di otakku dan otakmu.
Kau pernah bilang
kenangan kita tak terlupakan,bukan?
Memang
sudah kusadari dari dulu.
Kau
memang yang benar-benar ada di hatiku.
Dulu
memang pernah aku ingin melupakanmu.
Namun
aku tak bisa apa-apa lagi.
Melupakanmu saja tak pernah bisa.
Kau
seiring datang menghancurkan rencanaku.
Rencana
yang kukira indah dan berjalan mulus.
Apa masih ada waktu untuk memperbaikinya ??
Apa aku masih bisa untuk bersamamu??
Apa kau masih menerimaku lagi lebih dari sekedar
teman?
Apa cinta kita sudah hilang?
Atau lebih tepatnya kau sudah bersama yang lain.
Aku benar-benar tak tahu.
Tanah yang tidak pernah dijamah tak akan bisa meninggalkan jejak.
Hati yang tidak pernah
ditempati akan kelamaan akan berlumut.
Sekarang hatiku sudah
ditempati tapi kadang merasa hampa.
Tak bisakah dia
meyakinkanku bahwa hanya dia yang ada di hatiku.
Cukup meyakinkan saja.
Tak sampai membuat air
mata seperti ini.
Maaf jika aku salah, egois
atau apalah itu.
Ini hati bukan baja yang
bisa kuat akan dentuman keras.
Ini mata bukan tong air
yang bisa kau tumpahkan air sebanyak mungkin.
Berkali-kali aku coba sabar
tapi yang kudapat hanya air mata.
Air mata.