Kamis, 25 Desember 2014

Ketika Aku Jatuh Cinta

Nahhh,ini dia yang aku maksud :D
Secuil kata puitis dari temanku Dendi Ervana.
Selamat membaca :)







Selembut butiran salju yang turun,
tak selembut air matamu yang menggenangi 
seluruh bagian dalam hatiku.
Seindah bulan yang menyinari malam,
tak seindah dirimu yang menyinari hidupku.
Beribu kasih terlarut dalam genangan air mata,
yang indah penuh pancaran pesona keindahan....


Cinta membuat orang lemah menjadi kuat ,
begitu pula sebaliknya.
Cinta hati itulah sekuat cinta tetapi 
Cinta mata tak dapat menahan panas dari hujan.
Cinta itu aneh,
jika kita menggenggamnya terlalu kuat, ia akan mati.
tetapi jika kita menggenggamnya terlalu longgar,ia akan lari...


Ku mohon..
Dengarlah syairku ini sebagai tempat persinggahan 
rasa bingung atau galau atau sekedar menyair sesaat.
Malam ini sangat sunyi,lihatlah ke angkasa.
Dengan birunya langit mulai jatuh kepangkuan hitamnya langit malam.
Hiasan awan dan gemerlap bintang yang indah,
roman menyatu bersama kalbu.
Butiran air hujan selembut paras hawa.
Di daunan itu ialah castle tempat perlindungannya.
Dunia menyaksikan,menantikan raga mendiam.
Mulut membisu,akan ragu apa yang akan dibicarakan.
Jiwa keputusaan terpencar.
Kisah keindahan yang sempurna,
tidak hadir ke pangkuan esok hari..



Cinta itu ibarat gempa,
ketika cinta datang ia akan menggetarkan seluruh isi hati
membuat hati tak menentu.
Namun,ketika cinta itu lenyap, 
yang tersisa hanya lah deraian air mata.
Dan puing-puing cinta itu hancur berkeping-keping.
Cinta...
Ajarkan aku keikhlasan,ajarkan aku bagaimana menerima,
dan ajarkan aku tentang kelapangan dada.
Jika dia menjadi milikku atau jika dia pergi,
izinkan aku menahan diriku.
Tidak ataupun lebih dari sekarang...

Tidak ada komentar: