Mereka
tak tahu apa yang kita pikirkan.
Apa
pernah terlintas di dalam pikiran mereka untuk menanyakan perasaan kita?
Mantan,
kau boleh saja datang dan pergi sesuka hatimu.
Tapi
asal kau tahu.
Dengan
datang dan perginya dirimu akan lebih meyakinkan
diriku
bahwa kau belum bisa melupakanku.
Yang
bilang balikan itu kayak remedial yg endingnya tetep sama
aja
itu kurang tepat. Lo kira hubungan kayak pelajaran yang ada remedialnya?
Kalo
lo memainset pikiran gitu aja, berarti lo gak pernah ngerasain orang yg selama ini
putus
nyambung dong? Dan lo kira mereka bego apa mau remedial mulu?
Balikan
itu bukan remedial tapii saling lebih mengenal kebaikan dan keburukannya.
Kalo
balikan berarti ingin mencoba mengenal lebih dalam lagi.
Kalo
gak, mungkin karena udah saling mengenal banget.
Nahh,
Soal
ending yaa jangan dipikirin. Nikmatin proses dan hasil. Bukannya hidup bakal
bahagia kalo kita menikmati setiap peristiwa-peristiwa itu tanpa peduli kapan ini semua
berakhir.
Karena
pada akhirnya hanya Tuhan yang memberi keputusan.
Kadang
aku sempet bingung kenapa ada orang nyampe bisaa sayang banget
sama
pacarnya.
Ternyata emang kalo udah pas di hati yaa memang begitu.
Kau
yang ada di benakku dan juga di hatiku.
Ku
sampaikan padamu dari lubuk hati yang paling dalam.
Aku
menyayangimu walau aku tak tahu bagaimana cara meyakinkanmu.
Kau
yg meninggalkanku dalam luka yg sampai-sampai tak bisa kutangisi lagi.
Ku
sampaikan padamu lewat airmata yang kering.
Bahwa
sampai pada saatnya air mata ini tumpah,mungkin aku sudah tak
mampu
menahan semua luka di hatiku.
Kau
yang kadang mengeluh manja seperti anak kecil..
Ku
sampikan padamu lewat ketidakacuhanku yang tiada taranya.
Itu membuktikan aku sengaja menyembunyikan bahwa aku sebenarnya aku ingin memanjakanmu.
Kau
yang datang dan pergi sesuka hatimu.
Ku
sampaikan padamu lewat kata-kataku yang mungkin tak dapat kau mengerti.
Aku
merindukanmu.
Menanti datangnya hati itu. Lelah walaupun hanya sebentar.
Namun setelah dapatkan kepastian hatinya. Hati menolak.
Yang
di ingin hanya hadirnya.
Mungkin
aku salah mengira itu cinta.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar